Mushola Bambu

Kodrat manusia selain menjadi makhluk sosial juga makhluk Romantis. Romantisme adalah salah satu merindukan masalalu, dulu yang kita di jaman SMA sangat
Marah sekali dengan Pak Anu karena di dijewer kupingnya atau dijemur di lapangan, sekarang kalau ingat itu dan ketemu pak Anu membuat romantisme tersendiri.
Atau merindukan dipimpin seperti sosok pak Suharto lagi yang tegas dan terpusat dalam satu komando. Atau tak jauh – jauh manusia semakin merindukan kampung
tang hijau yang asri, sejuk, banyak tanaman.

Seperti kisah Sunan kalijaga jaman dahulu, yang sembayang diatas batu atau malah diatas daun.
Mengabdi menyembah kepada Tuhan Yang Satu menyatu dengan alam terbuka. Itulah yang terbesit dalam ide konsumen Rajut Bambu.
Laki-laki berumur 26 tahun ini bernama mas Sidiq, pengusaha Madu Muda. Beliau ingin dibuatkan mushola dari bambu, seperti saung tapi lebih besar yang kiranya
cukup untuk berjamaah. Maka kami meluncur ke daerah sambilegi Sleman untuk membuatnya langsung. Saung ini dibangun diatas sungai kecil di depan rumah mas sidiq.
Apapun itu kalo diniatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya, semoga menjadi keberkahan. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s