Pesan Dari Kampung Bambu

 

Suatu Hari Anak kecil itu Diberi pesan oleh kakeknya.
“” cucuku..Suatu hari nanti akan ada pemimpin yang membawa Bangsa ini kembali besar, Pemimpin itu yang “mandito”
atau orang bilang satrio pinandito kang sinisihan wahyu, yaitu yang hidupnya tak kagum dengan dunia,
Orang itu akan membawa pesan kebenaran, yang benar dibilang benar yang salah dibilang salah ?

Anak kecil ” kok kakek tau, kakek sok tau nih “…

kakek”Tak perlu kau tau cucuku q tau ini darimana.. di jaman yang banyak bebendu,.. yang benar kelihatan salah,
bahkan yang salah malah kelihatan benar.

ANak kecil ” kenapa bisa seperti itu kek ”
kakek ” Ya,.. kamu oRang Nusantara harus percaya yang namanya Jangka,. karena kamu tak bisa menentukan kehidapanmu sendiri
wis jaman e le,… jaman juga yang akan menjawab jaman.”

anak kecil garuk garuk kepala “wuah kakek ini masak jaman bisa diajak tanya jawab,. jaman bisa ngomong ya kek” anak kecil bertanya dengan bodohnya karena
ya dia baru anak 12 tahun.

kakek dengan innocen nya melanjutkan wejangannya ” dulu orang berpujangga,.dan kepujanggannya masih terdengar sampai sekarang
karena mereka bukan sembarang pujangga, mereka berpujangga karena dia memahami 4 tingkatan ilmu yaitu ini
cucuku kamu harus mengetahuinya…
ilmu pertama yaitu kanoman (kehidupan sehari hari). Selanjutnya ilmu kanuragan, selanjutnya ilmu kadonyan (menguasai dunia)
ilmu selanjutnya yaitu ilmu kasepuhan (ilmu membimbing mengayomi masyarakat).. yang puncaknya yaitu ilmu kasampurnan atau kasunyatan (ini tak bisa dijelaskan).

.Anak kecil ” kalau Matematika itu termasuk ilmu apa kek ”
Kakek ” itu adalah ilmu kadonyan cucuku,. dan aku lanjutkan pujangga itu berpuasa, tirakat.. sampai akhirnya ada kepujanggaan berjudul sabdatama..

.jangan ketipu, di jaman kalatida kalabendu itu lengkungan warna warni
pelangi hanyalah cahaya pantulan air. ada banyak kebenaran yang merah, yang biru
yang ungu,tapi carilah kebenran yang sejati dan itulah kesejatian.
semua yang palsu itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya dan Tuhan yang sejati itu ada di kesejatian.”

anak kecil ” baik Kek, dilanjut nanti lagi ya kek ndongengnya,,, nanti kalo aku mau tidur aja dilanjut lagi.
kakek ” oalah cah jaman saiki”…

Bersambung …

cerita ini terinspirasi dari Kajian Fisafat  Rutin Pak Fahruddin Faiz bertema Ranggawarsito.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s